Jurnal syukur

Iseng-iseng lagi browsingan di forum Quantum ikhlas & tiba-tiba nih mata penasaran sama kata “Jurnal syukur”.Jadi bertanya-tanya, kenapa syukur harus di tulis-tulis segala?bahkan dijurnalin segala lagi, kayak pembukuan aja he…he…🙂 . Setelah baca-baca, ternyata hmm…..  :)

Menurut saya (betul gak ya) menulis jurnal syukur atau keberuntungan adalah melatih rasa syukur kita kepada Allah SWT, karena ketika menulis keberuntungan, kita dapat “merasakan” betapa karunia Allah ternyata begitu banyaknya (Alhamdulillah)  & juga melatih ke”ngeh”an kita. Ada kata-kata yang cukup saya suka dari pelajaran ini, yaitu “ apabila keberuntungan kecil tidak di syukuri maka dia akan “malas” datang lagi”🙂

Bagaimana cara nulisnya ya?Gak ada patokan harus gimana, yang jelas  Siapkan aja buku “khusus keberuntungan” kita, catat minimal 3 keberuntungan anda setiap hari, dimulai dari yang kecil2 seperti: Tanggal:1//3/2011
– Diongkosin naik angkot
– Ditraktir Baso
– Dikasih oleh2
– mendapat tumpangan
– Mendapat nasehat gratis
– Mendapat diskon
– dll

Berkomitmen membuat catatan keberuntungan untuk minimal 40 hari,coba baca saat kita hendak tidur & bangun tidur dan rasakan betapa beruntungnya kita. pada saat merasa “drop” atau merasa kurang beruntung, bukalah catatan kita, bacalah, dan rasakan energi kita akan “enak” lagi, kelak kejaiban kecil berubah menjadi besar dan deras dlm hibup kita, Karena Allah akan menambah nikmat kita apabila kita bersykur (Al- imron:144) (dah kayak ustadz aja ngomongnya he..he..)

eh mau share dikit nih contohnya pas saya nulis tulisan ini, tiba2 di luar rumah ada orang (maaf) Gila teriak2 & saya coba pejamkan mata ini dan merasakan betapa bersyukurnya saya masih di kasih otak yang normal (Alhamdulillah) terima kasih YaRabb…..(eh kok jadi curhat gini sih he…he..)🙂

Sebenarnya saya juga belum mencoba menulis jurnal ini, So  yuk kita sama-sama belajar, semoga kita dijakan oleh Allah sebagai orang yang pandai bersyukur (Amien)

“Dan jika kamu menghitung-hitung ni’mat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya(karena banyaknya).Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Penyayang”. (An Nahl:18)


 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s